Sabtu, 31 Desember 2011

BAB VII MANAGEMENT PRODUKSI

MANAGEMENT PRODUKSI
I.          Perkembangan Manajemen Produksi
Perkembangan manajemen produksi terjadi berkat dorongan beberapa faktor yang
menunjang yaitu :
a. Adanya pembagian kerja dan spesialisasi
b. Revolusi industri
c. Perkembangan alat dan teknologi (termasuk komputer)
d. Perkembangan ilmu dan metode kerja

II.        Pengertian Manajemen
Pengertian manajemen produksi mencakup 3 unsur penting yaitu
a. Adanya orang yang lebih dari satu
b. Adanya tujuan yang ingin dicapai
c. Orang yang bertanggungjawab terhadap pencapaian tujuan tersebut

III.       Pengertian Produksi
Yaitu suatu kegiatan atau proses yang mentransformasikan masukan (input) menjadi
keluaran atau output.
Dalam arti sempit produksi adalah kegiatan yang menghasilkan barang baik barang
setengah jadi, barang jadi, barang industri, suku cadang, komponen penunjang.

IV.       Proses Produksi
Proses produksi dapat ditinjau dari 2 segi :
a. Berdasarkan kelangsungan hidup terbagi kedalam 2 bagian :
            - Proses produksi terus menerus (Continuous production)
            - Proses produksi yang terputus-putus (Intermiten Production)
b. Berdasarkan teknik terbagi kedalam 4 bagian :
            - Proses ekstraktif
            - Proses analitis
            - Proses pengubahan
            - Proses sintesis

V.        Pengambilan Keputusan dalam Manajemen Produksi
Ada 4 macam pengambilan keputusan yaitu :
a. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang pasti
b. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang mengandung risiko
c. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang tidak pasti
d. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang timbul karena pertentangan dengan keadaan yang lain

VI.       Rang Lingkup Manajemen Produksi
Manajemen produksi mencakup perancangan atau penyiapan manajemen produksi serta pengoperasiaannya, yang meliputi :
a. Seleksi dan design hasil produksi (produk)
b. Seleksi dan perancangan proses serta peralatan
c. Pemilihan lokasi perusahaan serta unit produksi
d. Perancangan tata letak (Lay out) dan arus kerja atau proses
e. Perancangan tugas
f. Strategi produksi dan operasi serta pemilihan kapasitas


VII.     Fungsi Serta Sistem Produksi dan Operasi
* Fungsi produksi dan operasi berkaitan dengan pertanggungjawaban dalam pegolahan dan pengubahan masukan (input) menjadi keluaran atau output berupa barang atau jasa yang memberikan pendapatan bagi perusahaan. Empat (4) fungsi penting produksi : proses pengolahan, jasa-jasa penunjang,
perencanaan dan pengendalian atau pengawasan
* Sistem Produksi dan Operasi adalah suatu keterkaitan unsur-unsur yang berbeda secara terpadu, menyatu, dan menyeluruh dalam pentrasnformasian masukan menjadi keluaran


VIII.    LOKASI & LAY OUT PABRIK
Beberapa variable yang perlu diperhatiakan untuk pemilihan lokasi proyek dibedakan dalam dua golongan besar, yakni golongan variable utama dan variable bukan utama
Variabel Primer
a. Ketersediaan bahan mentah :
- Jumlah kebutuhan bahan mentah satu periode (1th) dan selama usia investasi.
- Kelayakan harga bahan mentah, baik sekarang maupun yang akan datang
- Kapasitas, kualitas dan kontiunitas sumber bahan mentah.
- Biaya-biaya bahan mentah sebelum bahan mentah siap diproses, missal : biaya transportasi, dsb.
b. Letak pasar yang dituju
c. Tenaga listrik dan air
d. Supply tenaga kerja.
e. Fasilitas Transportasi

Variabel Sekunder :
a. Hukum dan peraturan yang berlaku di Negara, daerah tersebut.
b. Iklim dan keadaan tanah
c. Sikap dari masyarakat setempat (adapt-istiadat).
d. Rencana perluasan Perusahaan.


Lay out merupakan keseluruhan proses penentuan “bentuk” dan fasilitas-fasilitas yang dimiliki suatu perusahaan. Dengan demikian pengertian lay out mencakup :
a. Lay out site (lay out lahan lokasi proyek).
b. Lay out pabrik
c. Lay out bangunan bukan pabrik
d. Lay out fasilitas-fasilitas lain.


Ada 2 tipe utama lay out, yaitu :
a. Lay out fungsional
Adalah suatu lay out dimana mesin-mesin atau peralatan yang mempunyai fungsi sama dikelompokan menjadi satu di suatu tempat / ruang tertentu.
Biasanya : untuk produk intermitten (produk pesanan)

b. Lay out garis
Adalah suatu bentuk lay out dimana mesin dan peralatan disusun berdasarkan urutan dari operasi proses pembuatan produk. Dengan demikian pada lay out ini tidak ada arus balik jika suatu aliran pembuatan barang sudah sampai pada tahapan tertentu.
Lay out ini sering digunakan untuk produksi massa.

c. Lay out kelompok :
Lay out kelompok adalah merupakan kombinasi dari kedua lay out diatas.


Kriteria pemilihan lay out :
a. Lay out mempunyai arus searah atau setidaknya mengurangi penyilangan.
b. Adanya konsistensi dengan teknologi produksi.
c. Arus produk dalam proses yang lancer, tidak ada penumpukan.
d. Penggunaan ruang yang optimum.
e. Kemudahan melakukan penyesuaian maupun ekspansi
f. Minimumumisasi

Sumber:          http://ocw.gunadarma.ac.id
                        http://pksm.mercubuana.ac.id
 http://lidya-novita.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar