Kamis, 26 April 2012

TUGAS 6

FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INVESTASI DALAM PEREKONOMIAN SUATU NEGARA

Investasi adalah suatu istilah dengan beberapa pengertian yang berhubungan dengan keuangan dan ekonomi. Istilah tersebut berkaitan dengan akumulasi suatu bentuk aktiva dengan suatu harapan mendapatkan keuntungan dimasa depan. Terkadang, investasi disebut juga sebagai penanaman modal. Investasi adalah keputusan menunda konsumsi sumber daya atau bagian penghasilan demi meningkatkan kemampuan, menambah/menciptakan nilai hidup (penghasilan dan kekayaan). Investasi bukan hanya dalam bentuk fisik, melainkan juga non fisik, terutama peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Aktivitas investasi merupakan faktor yang sangat penting dalam menggerakkan dan mendorong pertumbuhan ekonomi suatu negara. Namun ada berbagai pertimbangan yang dirasa perlu oleh para investor yang membuat harapan masuknya investasi, terutama investasi asing terkadang masih sulituntukdiwujudkandiIndonesia.
Banyak factor yang mempengaruhi tingkat Investasi dalam perekonomian suatu Negara, diantaranya adalah :

1.      Prospek Ekonomi dimasa yang akan datang
Dengan adanya ketidakpastian serta banyaknya kemungkinan kondisi ekonomi berubah, menjadikan kegiatan mendapatkan dana untuk investasi tidak mudah. Setiap investor tentu menghendaki adanya resiko yang sekecil mungkin dengan tingkat keuntungan yang baikdari dana yang ia investasikan. Untuk itu dibutuhkan suatu proses peramalan guna mwngurangi ketidakpastian masa yang akan dating itu. Dengan semakin baiknya hasil peramalan, maka semakin besar dan baik pula iklim investasi yang akan terjadi.
2.      Keuntungan yang dicapai perusahaan
Dalam kegiatan investasi, ketika keuntungan yang diperoleh besar dan kian lama semakin besar, maka investor juga akan semakin besar dan semakin terbuka pula kesempatan sebagaian dari keuntungan tersebut untuk di investasikan kembali ke dalam kegiatan perusahaan.
3.      Perubahan dan perkembangan teknologi
Di zaman yang semakin modern, perubahan teknologi pun semakin berkembang cepat, hal ini akan memacu setiap pelaku usaha untuk menginvestasikan dananya guna mengikuti perkembangan dan kemajuan teknologi tersebut.
4.      Kestabilan perekonomian Negara
para investor akan terdorong untuk semakin banyak menginvestasikan uangnya jika dalam suatu Negara mampu menjamin adanya kestabilan dalam bidang ekonomi, politik, social dan budaya. Karena tentunya itu akan menguntungakan bagi perkembangan perekonomian secara umum.

5.      Tingkat suku bunga
Tingkat suku bunga yang tinggi akan menyebabkan dana yang diperoleh dengan kredit untuk investasi menjadi mahal. Akibatnya akan membebani proses produksi dengan biaya yang tinggi, yang berakibat lanjut tidak efisiennya output yang dihasilkan . semakin rendah tingkat bunga, maka akan muncul kecendrungan dunia usaha untk memperbanyak pengeluaran investasi.
Kegiatan Investasi penting dalam menentukan besar/kecilnya pendapatan nasional dalam perekonomian. Dengan kata lain, perubahan sedikit saja damlam investasi , akan menyebabkan perubahan pendapatan nasional dengan presentase/jumlah yang jauh lebih besar. 


FAKTOR-FAKTOR PENENTU PERTUMBUHAN & PERUBAHAN STRUKTUR EKONOMI

Faktor-faktor Penentu Pertumbuhan Ekonomi:
a. Barang Modal
Agar ekonomi mengalami pertumbuhan, stok barang modal harus ditambah melalui investasi. Pertumbuhan ekonomi baru dimungkinkan jika investasi neto lebih besar dari nol. Sebab jika sama dengan nol, perekonomian hanya dapat berproduksi pada tingkat sebelumnya.
b. Tanaga kerja
Sampai sartini, khususnya di negara sedang berkembang, tenaga kerja masih merupakan faktor produksi yang sangat dominan. Penambahan tenaga kerja umumnya sangat berpengaruh terhadap peningkatan output. Namun, jumlah kerja kerja yang dapat dilibatkan dalam proses produksi akan semakin sedikit jika teknologi yang digunakan semakin tinggi.
c. Teknologi
Penggunaan teknologi yang semakin tinggi sangat memacu pertumbuhan ekonomi, jika hanya dlihat dari peningkatan output. Melalui penggunaan teknologi yang tepat guna, manusia dapat memanfaatkan secara optimal potensi yang ada dalam diri dan lingkungannya.

d. Uang
Dalam perekonomian modern. uang memegang peranan dan fungsi sentral. Uang bagi perekonomian ibarat darah dalam tubuh manusia Makin banyak uang yang digunakan dalam proses produksi, makin besar output yang lebih besar jika penggunaannya efisien.

e. Manajemen
Manajemen adalah peralatan yang sangat dibutuhkan untuk mengelola perekonomian modern, terutama bagi perekonomian yang sangat mengandalkan mekanisme pasar. Sistem manajemen yang baik terkadang jauh lebih berguna dibanding barang modal yang banyak, uang yang berlimpah, dan teknolohi tinggi. Suatu perekonomian yang tidak terlalu mengandalkan teknologi tinggi, namun dengan manajemen yang baik, mampu mempertahankan tingkat pertumbuhan ekonomi Yang tinggi.

f. Kewirausahaan (Entrepreneurship)
Para pengusaha memiliki perkiraan yang matang bahwa input yang dikombinasikannya akan menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat atau menjadi barang dan jasa yang akan dibutuhkan masyarakat. Kemampuan mengombinasikan input dapat disebut sebagai k.emampuan inovasi. Sejarah mencatat bahwa kemampuan inovasi tidak selalu dikaitkan dengan teknologi tinggi. Contohnya, produk Coca Cola, salah satu minuman ringan terlaris di dunia, dihasilkan oleh wirausaha Amerika Serikat.

g. informasi
Syarat agar pasar be adalah ado, Infomasi yang sempurna dan seimbang arus informasi, para pelaku ekonomi dapat mengambil keputusan dengan lebih cepat dan lebih baik.

 Struktur perekonomian adalah komposisi peranan  masing-masing sector dalam perekonomian baik menurut dunia usaha maupun bembagian sektoral kedalam sector primer, secunder dan tersier. Ada beberapa yang menentukan terjadinya perubahan struktur ekonomi antara lain.
1.      Produktivitas tenaga kerja per sector
2.      Adanya modernisasi dalam proses peningkatan nilai tambah
3.      Kreatifitas dan penerapan teknologi
4.      Kebijakan pemerintah
5.      Ketersediaannya infrasruktur

REVERENSI:

Sabtu, 14 April 2012

TUGAS 5


UPAYA PEMERINTAH MENGATASI KEMISKINAN

Kemiskinan merupakan masalah kompleks yang di hadapi oleh seluruh pemerintahan yang ada di dunia ini. Ia di pengaruhi oleh beberapa faktor yang saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya. Faktor tersebut antara lain tingkat pendapatan, pendidikan, kesehatan, akses barang dan jasa, lokasi geografis, gender dan kondisi lingkungan. Kemiskinan merupakan kondisi dimana seseorang tidak dapat memenuhi kebutuhan dasarnya dalam rangka menuju kehidupan yang lebih bermartabat. Oleh karena itu, kemiskinan wajib untuk ditanggulangi, sebab jika tidak tertanggulangi akan dapat mengganggu pembanguan nasional. Dan beberapa cara pemerintah dalam menanggulangi kemiskinan sebagai berikut :

1.      PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PHK)
PHK  adalah program perlindungan social yang memberikan bantuan tunai kepada Rumah Tangga Sangat Miskin(RTSM). Program ini, dalam jangka pendek bertujuan mengurangi beban RTSM dan dalam jangka panjang diharapkan dapat memutuskan rantai kemiskinan antar generasi.

2.      BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS)
BOS adalah program pemerintah dalam memberikan pendanaan biaya nonpersonalia bagi satuan pendidikan dasar dan menengah pertama sebagai wujud pelaksanaan program wajib belajar 9 tahun.  BOS diprioritaskan untuk biaya operasional nonpersonal, meskipun dimungkinkan untuk membiayai beberapa kegiatan lain yang tergolong dalam biaya personil dan biaya investasi. Tujuan umum program BOS untuk meringankan beban masyarakat terhadap pembiayaan pendidikan dalam rangka wajib belajar 9 tahun yang bermutu. Sasaran program BOS adalah semua siswa (peserta didik) dijenjeng sekolah dasar (SD/MI) dan sekolah menengah pertama (SMP/MTs) termasuk sekolah menengah terbuka (SMPT) dan Pusat Kegiatan Belajar Mandiri (PKBM) yang diselenggarakan oleh masyarakat baik negri maupun swasta di seluruh Indonesia.

3.      PROGRAM BANTUAN SISWA MISKIN (BSM)
Kebijakan Bantuan Siswa Miskin (BSM) bertujuan agar siswa dari kalangan tidak mampu dapat terus melanjutkan pendidikan di sekolah. Program ini bersifat bantuan bukan beasiswa, karna jika beasiswa bukan berdasarkan kemiskinan melainkan prestasi. BSM adalah bantuan yang diberikan kepada siswa dari keluarga yang kurang mampu untuk dapat melakkukan kegiatan belajar di sekolah. Bantuan ini member peluang bagi siswa untuk mengikuti pendidikan di level yang lebih tinggi. Selain itu, bertujuan untuk mengurangi jumlah siswa putus sekolah akibay permasalahan biaya sekolah.

4.      PROGRAM JAMINAN KESEHATAN MASYARAKAT (JAMKESMAS)
Jamkesmas adalah program bantuan social untuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat masyarakat miskkin dan hamper miskin. Tujuan jamkesmas adalah meningkatkan akses terhadap masyarakat miskin dn hampir miskin agar dapat memperoleh pelayanan kesehatan.

5.      PROGRAM BERAS UNTUK KELUARGA MISKIN (RASKIN)
Raskin adalah subsidi pangan yang diperuntukkan bagi keluarga miskin sebagai upaya dari pemerintah untuk meningkatkan ketahanan pangan dn memberi perlindungan bagi keluarga miskin. Pendistribusian beras ini di harapkan mampu menjangkau keluarga miskin dimana masing-masing keluarga akan menerima beras minimal 10kg/KK tiap bulan dan maksimal 20kg/KK.
Program ini bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran Rumah Tangga Sasaran (RTS) melalui pemenuhan sebagaian kebutuhan pangan pokok dalam bentuk beras dan mencegah penurunan konsumsi energy dan protein. Sert meningkatkan/membuka akses pangan keluarga memlalui pejualan beras kepada keluarga penarima manfaat dan jumlah yang telah ditentukan.

6.      MENDORONG PERTUMBUHAN YANG BERPIHAK KEPADA KELUARGA MISKIN
Fokus program ini bertujuan mendorong terciptanya dan terfasilitasinya kesempatan berusaha yang lebih luas dan berkualitas bagi masyarakat/keluarga miskin. Beberapa program yang berkenaan dengan fokus ini antara lain:

• Penyediaan dana bergulir untuk kegiatan produktif skala usaha mikro dengan pola bagi  hasil/syariah     dan konvensional.
• Bimbingan teknis/pendampingan dan pelatihan pengelola Lembaga Keuangan Mikro (LKM)/Koperasi Simpan Pinjam (KSP).
• Pelatihan budaya, motivasi usaha dan teknis manajeman usaha mikro
• Pembinaan sentra-sentra produksi di daerah terisolir dan tertinggal
• Fasilitasi sarana dan prasarana usaha mikro
• Pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir
• Pengembangan usaha perikanan tangkap skala kecil
• Peningkatan akses informasi dan pelayanan pendampingan pemberdayaan dan ketahanan keluarga
• Percepatan pelaksanaan pendaftaran tanah
• Peningkatan koordinasi penanggulangan kemiskinan berbasis kesempatan berusaha bagi masyarakat miskin.
7.      MENYEMPURNAKAN DAN MEMPERLUAS CAKUPAN PROGRAM PEMBANGUNAN BERBASIS MASYARAKAT
Program ini bertujuan untuk meningkatkan sinergi dan optimalisasi pemberdayaan masyarakat di kawasan perdesaan dan perkotaan serta memperkuat penyediaan dukungan pengembangan kesempatan berusaha bagi penduduk miskin. Program yang berkaitan dengan fokus ketiga ini antara lain :
• Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) di daerah perdesaan dan perkotaan
• Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah
• Program Pembangunan Daerah Tertinggal dan Khusus
• Penyempurnaan dan pemantapan program pembangunan berbasis masyarakat.

REFERENSI :

Kamis, 12 April 2012

TUGAS 4

PEMBIAYAAN SEKTOR MIKRO DAN PEMBIAYAN CORPORATE
Pembiayaan Sektor Mikro adalah pembiayaan yang kita berikan terhadap pengusaha mikro. Pembiayaan sector mikro mempunyai Tujuannya untuk menganalisis pasar beserta mekanismenya yang membentuk harga relatif kepada produk dan jasa, dan alokasi dari sumber terbatas di antara banyak penggunaan alternatif.
Penbiayaan Corporate dapat didefinisikan sebagai seperangkat peraturan yang mengatur hubungan antara pemegang saham, pengurus (pengelola) perusahaan, pihak kreditur, pemerinyah, karyawan serta para pemegang kepentingan intern dan ekstern lainnya yang berkaitan dengan hak-hak dan kewajiban mereka atau dengan kata lain suatu system yang mengatur dan mengendalikan perusahaan. Pembiayaan Corporate merupakan system yang mengatur dan mengendalikan perusahaan untuk menciptakan nilai tambah (value added) bagi semua stakeholders yang menekankan pentingnya hak pemegang saham untuk memperoleh informasi dengan benar, akurat, tepat waktu dan transparan mengenai semua informasi kinerja perusahaan, kepemilikan, dan stakeholder (YPMMI & SC, 2002).

Pembiayaan Sektor Mikro VS Penbiayaan Corporate, mana yang lebih menguntungkan??
Menurut saya Sektor Mikrolah yang lebih menguntungkan. Kenapa? Karna sebagian besar masyarakat Indonesia adalah pelaku usaha mikro. Kalau kita memberikan pembiayaan terhadap mereka, dan kita bisa meningkatkan performance mereka.  Mereka dapat keuntungan, maka secara tidak langsung kita juga akan mendapatkan keuntungan serta ikut meningkatkan perekonomian bangsa Indonesia. Karena efek multiplayernya lebih cepat dibandingkan dengan memberi pembiayaan kepada sektor besar. . Di dunia perbankan pun saat ini pembiayaan sector mikro juga sedang meningkat. Jadi peluang kita ikut bergabung dan ikut sukses didalamnya kemungkinan besar juga terlihat.

Tantangan terhadap kedua Pembiayaan diatas
Dalam hal pendanaan yang disalurkan kepada konsumen, perusahaan pembiayaan memiliki dua kemungkinan resiko yang timbul dari penyaluran kredit kepada konsumen. Kemungkinan resiko yang paling sering terjadi pada sistem pembelian secara kredit, adalah pelunasan hutang lebih awal atau konsumen gagal bayar  Kedua hal ini menyebabkan arus kas pengembalian pinjaman tidak sesuai perjanjian. Bila terjadi pelunasan lebih awal maka perusahaan pembiayaan akan menanggung biaya pinjaman sementara kredit yang disalurkan dilunasi sebelum jangka waktu kreditnya berakhir, sehingga ada dana yang tidak terpakai dimana bunga pinjaman kepada pihak lainnya terus berjalan sehingga tidak berdampak baik juga terhadap perusahaan pembiayaan.
Sedangkan untuk pembiayaan Corporate tingkat edukasi pelaku yang beragam, banyak kredit konsutif, pembicaraan-pembicaraan negatif tentang pembiayaan corporate, standar lingkungan yang kurang bersahabat, harus lebih detail memeriksa posisi rekening perusahaan setiap waktu.

REVERENSI:

Rabu, 28 Maret 2012

tugas 3


JUDUL :
 “PEREKONOMIAN INDONESIA SEKTOR PERTANIAN”

Indonesia dikenal dengan sebutan negara agraris karena sebagaian penduduk indonesia mempunyai pencaharian di bidang pertanian atau bercocok tanam. Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa negara ini memiliki lahan seluas lebih dari 31 juta ha yang telah siap tanam, dimana sebagian besarnya dapat ditemukan di Pulau Jawa. Indonesia mempunyai jumlah penduduk yang sangat besar, Jumlah penduduk yang besar ini menjadi pertimbangan utama pemerintah pusat dan daerah, sehingga arah perekonomian Indonesia  dibangun untuk memenuhi kebutuhan pangan rakyatnya.
Namun beberapa permasalahan yang terjadi saat ini seperti berkurang lahan untuk pertanian, cuaca yang tidak stabil, jumlah penduduk yang semakin banyak, menjadi permasalahan dalam meningkatkan jumlah produksi pangan. Perkembangan industri juga membuat pertanian beririgasi teknis semakin berkurang, HPP yang ditetapkan pemerintah masih terlalu rendah, naiknya harga BBM yang menurunkan pengadaan bulog, kurangnya perhatian dari pemerintah, adanya kebijakan mengimpor beras dari luar dan masih adanya petani yang menggunakan cara tradisional. Permasalahan – permasalahan itu menjadi hambatan dalam membangun pertanian di  Indonesia. Karena dalam pembangunan pertanian terdapat syarat-syarat yang harus dipenuhi yaitu, adanya pasar untuk hasil-hasil usaha tani, teknologi yang senantiasa berkembang, tesedianya bahan-bahan dan alat-alat produksi secara lokal, adanya perangsang produksi bagi petani, tersedianya perangkutan yang lancar dan kontinyu.
            Selain itu dalam membangun pertanian, faktor-faktor produksi pertanian juga harus diperhatikan yaitu,
1.      Tanah pertanian, tanah adalah alat atau faktor produksi yang dapat menghasilkan berbagai produk pertanian.
2.      Tenaga Kerja Sektor Pertanian
Yang termasuk dalam tenaga kerja sektor pertanian adalah tenaga kerja manusia, tenaga kerja ternak dan tenaga kerja manusia.
3.       Modal, modal merupakan unsur pokok usaha tani yang sangat penting. Dalam pengertian ekonomi, modal adalah barang atau uang yang bersama-sama dengan faktor produksi lain dan tenaga kerja serta pengelolaan menghasilkan barang-barang baru.
4.      Pengelolaan
Ukuran dari keberhasilan pengelolaan itu adalah produktivitas dari setiap sektor maupun produktivitas dari usahanya. Dengan demikian pengenalan secara utuh faktor yang dimiliki dan faktor-faktor yang dapat dikuasai akan sangat menentukan keberhasilan pengelolaan.

Berdasarkan permasalahan tersebut terdapat beberapa program yang menjadi solusi dalam mengatasi masalah di atas seperti :
·        Pengamanan ketersediaan pangan dari produksi dalam negri
·        Peningkatan distribusi pangan
·        Peningkatan pasca panen dan pengolahan hasil
·        Diversifikasi pangan
·        Revitalisasi sistem penyuluhan pertanian, perikanan dan kehutanan yang secara
·        Pendidikan dan pelatihan sumberdaya manusia pertanian
·        Perlindungan terhadap petani dari persaingan usaha yang tidak sehat dan perdagangan yang tidak adil
·        Penyederhanaan mekanisme dukungan kepada petani
Untuk itu pemerintah harus lebih peduli terhadap kondisi pertanian di Indonesia dengan cara merumuskan kebijakan pertanian yang jelas yang dapat menguntungkan petani Indonesia. Namun pada kenyataannya permasalahan yang di hadapi saat ini kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pangan,pemerintah selalu mengambil alternative lain dengan bergantung pada impor pangan dari luar negri.Petani pun berharap pemerintah bijaksana dalam mengeluarkan izin impor untuk industry pangan agar pertanian di Indonesia tidak dirugikan.




NAMA KELOMPOK :
v  ANA MIFTAQUL JANAH (29211330)
v  INTAZHARA KARUNIA (28211534)
v  LIA NURBAITI (28211699)
v  RADITA NOOR AISYAH (28211573)
v  SELVI ANDESLIN (28211853)

KELAS 1 EB 27

Rabu, 14 Maret 2012

SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA SAAT INI


Secara umum ada tiga macam sistem perekonomian yang dikenal di dunia, yaitu :
1.      Sistem Ekonomi Pasar (Kapitalisme)
Di dalam sistem ini setiap orang diberi kebebasan untuk melaksanakan kegiatan perekonomian, baik dalam hal kegiatan menjual dan membeli barang yang mereka inginkan serta kebebasan dalam memiliki faktor-faktor produksi. Semua orang bebas bersaing untuk memperoleh laba yang sebesar-besarnya, sebagai akibatnya barang yang diproduksi dan harga yang berlaku ditentukan oleh mekanisme penawaran dan permintaan pasar.

2.      Sistem Ekonomi Terencana (Sosialisme)
Di dalam sistem ekonomi sosialis pemerintah diharuskan memiliki dan menggunakan seluruh faktor produksi, namun kepemilikkan pemerintah atas faktor-faktor produksi tersebut hanyalah sementara. Ketika perekonomian masyarakat dianggap telah matang, pemerintah harus memberikan hak atas faktor-faktor produksi itu kepada para buruh.

3.      Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ini timbul sebagai akibat dari kegagalan sistem ekonomi pasar yang terlalu ketat, demikian juga halnya dengan sistem ekonomi terencana, tidak mampu menghilangkan kelas-kelas dalam masyarakat sehingga muncullah sistem ekonomi campuran. Dalam sistem ekonomi campuran, persoalan perekonomian yang timbul sebagian dipecahkan melalui mekanisme pasar dan sebagian lagi dipecahkan melalui perencanaan pemerintah pusat.

Sistem perekonomian Indonesia mengarah kepada suatu bentuk baru yang disebut sistem ekonomi Pancasila sesuai dengan falsafah dan pandangan hidupnya Pancasila, ciri-cirinya sebagai berikut :
·         Pemilihan barang konsumsi bekas terkendali
·         Pemilihan faktor produksi negara, swasta, dan koperasi
·         Mekanisme pembentukan harga barang pasar terkendali
·         Pengambilan keputusan desentralisasi, musyawarah untuk mufakat
·         Insentif material dan moral

Seperti yang dilansir surat kabar harian Kompas, saat ini, ada beberapa sector perekonomian Indonesia yang mengalami pertumbuhan minus di tahun 2009.
Tiga cabang tersebut, yakni semen dan bahan galian non logam sebesar -1,0 persen; tekstil, barang kulit dan alas kaki sebesar -2,2 persen, serta barang kayu dan hasil olahan -0,2 persen. Serta ada enam sector industry yang mengalami pertumbuhan disebabkan oleh daya tahan industry dalam mempertahankan pangsa pasar, khususnya di sector domestic. Enam subsector tersebut yakni barang dan kertas cetakan; pupuk; kimia; dan barang karet ;logam dasar; besi dan baja.
Mengenai sistem perekonomian Indonesia saat ini, melihat kenyataan seperti banyaknya pengangguran, kaum pemodal semakin berkuasa, yang miskin semakin miskin, eksploitasi besar-besaran terhadap sumber daya alam, kesenjangan social, dan seterusnya. Bila ditelisik, ternyata sistem perekonomi Indonesia hamper mirip dengan sistem perekonomian kapitalis. Di Indonesia dapat dihitung dengan jari, para konglomerat yang menguasai perekonomian. Hanya segelintir orang yang menguasai perekonomin di Indonesia. Kondisi ini terjadi sebagai konsekuansi kita menganut ekonomi kapitalis, walaupun pemerintah tidak secara gamblang menyatakannya. Namun pada prakteknya, sistem ekonomi liberal atau kapitalis inilah yang sebenarnya dijalankan di Indonesia. Maka berangkat dari kenyataan itu, sudah saatnya ekonom-ekonom kita mencoba merajut ulang sistem ekonomi yang akan dijalankan di Indonesia ke depan, agar rakyat Indonesia ditempatkan sebagai rakyat yang berhak merasakan kesejahteraan dengan nyata. Saatnya kita untuk menganut sistem ekonomi mandiri yang berkeadilan sesuai dengan situasi dan kondisi Indonesia, tidak menerapkan secara mentah-mentah dan membabi buta sistem ekonomi yang berasal dari negara asing yang jelas-jelas telah menyengsarakan rakyat Indonesia.
DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF SISTEM EKONOMI KAPITALIS
Dampak positif :
1) Mendorong aktifitas ekonomi secara signifikan.
2) Persaingan bebas akan mewujudkan produksi dan harga ke tingkat wajar dan rasional.
3) Mendorong motivasi pelaku ekonomi mencapai prestasi terbaik.


Dampak negatif :
1) Penumpukan harta.
2) Individualisme.
3) Distorsi pada nilai-nilai moral.
4) Pertentangan antar kelas.

Reverensi:

Senin, 23 Januari 2012

BAB 10 MANAJEMEN SUMBER DAYA


Bab 10 MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA (SDM)

a)      MACAM-MACAM SUMBER DAYA MANUSIA     
Manusia memiliki akal, budi dan pikiran yang tidak dimiliki oleh tumbuhan maupun hewan. Meskipun paling tinggi derajatnya, namun dalam ekosistem, manusia juga berinteraksi dengan lingkungannya, mempengaruhi dan dipengaruhi lingkungannya sehingga termasuk dalam salah satu faktor saling ketergantungan.

Sumber daya manusia dibagi menjadi dua, yaitu :
Ø  Manusia sebagai sumber daya fisik
             Dengan energi yang tersimpan dalam ototnya, manusia dapat bekerja dalam berbagai bidang, antara lain: bidang perindustrian, transportasi, perkebunan, perikanan, perhutanan, dan peternakan.

Ø  Manusia sebagai sumber daya mental 
            Kemampuan berpikir manusia merupakan suatu sumber daya alam yang sangat penting, karena berfikir merupakan landasan utama bagi kebudayaan. Manusia sebagai makhluk hidup berbudaya, mampu mengolah sumber daya alam untuk kepentingan hidupnya dan mampu mengubah keadaan sumber daya alam berkat kemajuan ilmu dan teknologinya.
Dengan akal dan budinya, manusia menggunakan sumber daya alam dengan penuh kebijaksanaan. Oleh karena itu, manusia tidak dilihat hanya sebagai sumber energi, tapi yang terutama ialah sebagai sumber daya cipta (sumber daya mental) yang sangat penting bagi perkembangan kebudayaan manusia.

b)     PERKEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA

SDM sudah ada sejak dahulu dalam berbagai bentuk. Manajemen sumber daya manusia muncul begitu manusia berkumpul untuk sebuah tujuan yang sama. Meskipun demikian, keberadaan MSDM belum dapat dipastikan secara jelas pertama kali muncul. Tetapi dalam kurun waktu terakhir, proses memanajemen manusia menjadi formal.
Suharyanto menyebutkan bahwa aktivitas MSDM berawal dari tahun 1915 ketika militer Amerika Serikat mengembangkan suatu korps pengujian psikologi, suatu tim penguji serikat buruh dan suatu tim semangat kerja (Suharyanto:2005). Beberapa orang yang terlatih dalam praktek-praktek di ketiga tim tersebut kemudian menjadi manajer-manajer personalia di bidang industri.
Manajemen kepegawaian di Inggris dan Amerika Serikat dikembangkan lebih dahulu daripada di Australia ketika negara-neara ini mengadopsi proses kerja produksi massa, mengikuti perkembangan revolusi industri. Salah satu tokoh besar dalam masa ini adalah FW Taylor dengan Gerakan Manajemen Ilmiah sebagai hasil Studi Gerak dan Waktu. Perangkat yang digerakkan oleh energi dan sistem produksi yang dikembangkan, memungkinkan produksi yang lebih murah. Oleh karenanya, hal ini menciptakan banyak tugas yang monoton, tidak sehat dan bahkan berbahaya. Dampaknya adalah terdistorsinya peran manusia dalam perusahaan.
Kesadaran akan pentingnya peran manusia dalam organisasi berkembang ketika  produktivitas karyawan ternyata mempengaruhi daya saing perusahaan. Faktor manusia menjadi bagian penting dalam perusahaan karena pengelolaan karyawan yang baik merupakan salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas di satu sisi dan daya saing perusahaan di sisi lain. Hal inilah yang kemudian mendorong manajemen personalia/kepegawaian berubah menjadi kajian Manajemen SDM
     
Ruang ingkup pengembangan SDM yaitu,
Ø  Pengembangan kompetensi   : Pelatihan kompetensi, project management, dsb
Ø  Pengembangan Jumlah SDM  : Dilakukan apabila organisasi membutuhkan tenaga kerja untuk  melakukan peningkatan kinerja
Ø  Pengembangan organisasi     : Dengan terciptanya unit usaha baru, maka secara organisasi perlu dilakukan penyesuaian struktur organisasi

c)      PEMANFAATAN SUMBER TENAGA KERJA DAN KOMENS
v  Mencapai masa dinas yg panjang
v  Menarik karyawan yg cakap ke dalam organisasi
v  Memotivasi karyawan mencapai presta prestasi unggul

d)     HUBUNGAN PERBURUAN
Hubungan Perburuhan Pancasila, agar setiap persoalan antara buruh dan manajemen diselesaikan dengan musyawarah dan mufakat.
e)      MENGAPA PARA PEKERJA MENDIRIKAN SERIKAT PEKERJA
Alasan pekerja mendirikan serikat pekerja adalah organisasi pekerja yang dibentuk untuk mempromosikan atau menyatakan pendapat, melindungi, dan memperbaiki, melalui kegiatan kolektif, kepentingan sosial, ekonomi dan politik anggotanya.
f)       HUKUM-HUKUM YANG MENGATUR HUBUNGAN ANTAR TENAGA KERJA DAN MANAJER
Ada tiga perjanjian kerja sama, yaitu :
a. Closed Shop Agreement
         Hanya berlaku bagi pekerja yang telah bergabung menjadi anggota serikat (persatuan)

b. Union shop Agreement
          Mengharuskan para pekerja untuk menjadi anggota serikat untuk periode waktu terentu

c. Open Shop Agreement
           Memberikan kebebasan kepada para pekerja untuk menjadi atau tidak menjadi anggota serikat kerja.

SUMBER
http://organisasi.org/definisi_pengertian_tugas_fungsi_manajemen_sumber_daya_manusia_sdm_ilmu_ekonomi_manajemen_manajer_msdm
http://fachrurrozyezy740.blogspot.com/2010/11/manajemen-sumber-daya-manusia.html